Rabu, 25 September 2019

Ragam gerak Tari Dolalak dan Tari Gambir Anom


Dolalak
Kabupaten Purworejo memiliki salah satu tari kerakyatan yang menjadi ciri khas yaitu tari dolalak. Awal mula kehadirannya tidak diketahui secara pasti namun ada pada zaman penjajahan Belanda. Tari dolalak tercipta karena terinspirasi oleh perilaku serdadu Belanda pada saat beristirahat di camp-camp. Serdadu- serdadu tersebut beristirahat sambil minum-minuman keras, ada juga yang menyanyi dan berdansa ria. Aktifitas sehari-hari para serdadu di camp ditiru oleh para pengikutnya yang kebanyakan pribumi, oleh sebab itu terciptalah tari dolalak yang bentuknya sederhana dan berulang-ulang.
 Tari dolalak ditarikan oleh para remaja putri yang berpakaian mirip serdadu Belanda,dan puncaknya digambarkan saat penari mendem atau kerasukan setan. Pengiring yang digunakan berupa: kendang, rebana dan bedug, sedangkan syair-syairnya tentang keagamaan, pendidikan dan juga berbagai kritik dan sindiran. Tari ini dapat ditarikan bersama penonton sehingga bisa disebut sebagai tari pergaulan. Tari dolalak mempunyai berbagai ragam sesuai dengan daerah asalnya misalnya; gaya Kaligesingan, Mlaranan, Sejiwanan, dan Banyuuripan.
v    Ragam Gerak Tari Dolalak
a.       Gerak tangan
1.     
Melangkerik à gerakan menempatkan kedua tangan yang mengepal di pinggang.
                                         

2.    Pencik à gerak kesamping kanan atau kiri dengan kaki kiri jinjit, kaki kanan napak, tangan kiri nyiku keatas telapak tangan menghadap ke atas, tangan kanan lurus kesamping. Gerakan tangan kemudian dilakukan sebaliknya secara bergantian, namun gerak kaki tetap.
3.  Seblak Sampur àgerakan tangan memegang pangkal sampur dari arah dalam kemudian mengurutkannya menuju ujung sampur sambil diluruskan ke samping sejajar lambung.

4.   Siakà tangan kiri seblak sampur, tangan kanan seblak ke kanan. Kemudian tangan kanan lurus ke samping, tangan kiri mengepal di pinggang (melangkrik). Kaki kiri napak, kaki kanan jinjit kemudian tanjak kanan.
                         
b. Gerak Badan
1. Ngetol
   Ngetol adalah gerak badan tegak dan mendak, lutut ditekuk kemudian pinggang sampai pantat diarahkan ke kanan dan ke kiri.
2. Kirig
    Kirig adalah gerak menggetarkan kedua bahu secara cepat, kedua kaki mendak.


d. Gerak Leher
 1.   Tolehan adalah menggerakkan leher dengan memindahkan pandangan dengan dagu menurut arah hadap wajah. 


Ragam Gerak Tari Gambir Anom
a.       Gerak kaki
1.  Jengkeng  yaitu posisi kaki kanan diduduki dan kaki kiri di buka ke samping.
2.    Debeg  yaitu  menghentakkan ujung telapak kaki, dengan tumpuan pada tumit.

3.      Gejug  yaitu menjatuhkan ujung jari kaki ke belakang.


4.      Kengser yaitu bergerak kekiri dan kekanan dengan hanya menggeser kedua telapak kaki secara bergantian antara ujung kaki dan tumit.
5.   Srisig yaitu lari kecil dengan berjinjit, lutut ditekuk, dan badan mendak dengan sikap tubuh sedikit mendak.


6.      Tanjak yaitu berdiri diam dengan kaki kanan serong ke kanan didepan kaki kiri tumit kaki kanan sejajar ibu jari kaki kiri dengan jarak satu genggam  tangan dan jari kaki kanan mencuat keatas.




7.   Trecet yaitu bergerak kekiri atau kekanan dengan posisi kaki tanjak, lutut  ditekuk,dan telapak kaki jinjit lalu geser.




8.      Lumaksono yaitu gerak kaki seperti orang berjalan.

9.  Mendak adalah sikap berdiri dengan kedua lutut ditekuk sesuai dengan posisi telapak kaki.


  
      10. Besut yaitu gerakan menarik kaki kanan dengan posisi semulanya kaki  kanan terbuka selebar bahu  dan serong kekanan sejajar kaki kiri.
      11.  Napak adalah sikap saat melangkah.
      12.  Laku telu yaitu gerak kaki seperti lumaksono, namun dilakukan tiga langkah lalu besut.


b.       Gerak badan
1.     Hoyog yaitu gerakan badan yang dicondongkan kesamping kanan atau kiri dan kedua lutut sedikit ditekuk.

2.      Entrag adalah mengentakkan badan kebawah berkali-kali seolah mengeper.
3.  Kawilang ogek lambung adalah gerakan yang menggerakkan perut kekanan dan kekiri.
c.       Gerak tangan
1. Nyekithing yaitu ujung jari tengah berhimpitan dengan ujung ibu jari membentuk lingkaran.


4.  Trap jamang adalah satu jari tangan nyekithing disamping telinga sedangkan yang lain jari rapat dan lurus di depan kening dengan posisi tangan menghadap ke bawah.



5.   Ulap-ulap adalah menggerakkan jari-jari tangan diatas kepala, dengan posisi telapak tangan menghadap ke bawah.

 

6.  Nyemprit adalah posisi ibu jari bertemu dengan ujung jari telunjuk.  
  
7.  Ledhang yaitu gerakan tangan melambai seperti orang berjalan.
8. Ukel karno yaitu memutar pergelangan tangan disamping telinga.

9. Ukel pakis adalah memutar pergelangan tangan didepan perut.
              10. Nggroda yaitu gerakan siku ditekuk dengan pergelangan tangan menghadap badan.
11.    Menthang yaitu meluruskan tangan kesamping.

12. Seblak sampur yaitu tangan memegang pangkal sampur dari arah dalam kemudian mengurutkannya menuju jung sampur sambil diluruskan kesamping sejajar lambung.


13.  Kebyok mengentakkan sampur kearah dalm sehingga melilit lengan namun ujung sampur tetap dipegang.
14.  Kebyakyaitu mengentakkan sampur dari posisi kebyok ke arah luar, ujung sampur tetap dipegang.